Panduan Pilih Camera Vlog

Ngomong-ngomong masalah vlog yang trend sampai saat ini, karena itu Panduan Pilih Camera terbaik dalam melakukan vlogging jadi naik.

Tetapi saat sebelum kamu beli camera yang asal-asalan kamu harus tahu beberapa hal yang memengaruhi workflow pengerjaan vlog-mu. Inilah panduan pilih camera vlog.

Panduan Pilih Camera Vlog Untuk Membuat Video Youtube

Saat sebelum membaca selanjutnya, di sini saya tegaskan jika merk itu tidak begitu berlainan di antara keduanya, jika harga ya pasti dampak dan ketidaksamaan feature.

Kecuali kualitas gambar, audio sesungguhnya lebih punya pengaruh. Misalkan teman bisa rekaman video dengan kualitas biasa, tetapi audio-nya bagus. Pemirsa makin lebih kerasan melihat teman. Bila dibalik, kualitas videonya bagus, tetapi audionya buruk, pemirsa tentu kabur.

Karena itu beli camera saja masih kurang, teman harus juga mempersiapkan bujet untuk beli piranti alat rekam audio untuk vlog.

Camera vlog untuk bikin video Youtube dengan keperluan

Panduan Pilih Camera Vlog dengan Canon G12 adalah camera yang biasa dipakai untuk bikin vlog. Tujuannya teman harus dapat menyaksikan keperluan buat vlog yang tepat.

Apa teman kerjakan ini untuk vlog individu atau untuk klien karena yang satu hoby yang satu kembali usaha, terang akan berlainan keperluannya.

Vlog individu tidak banyak membutuhkan perlengkapan simpatisan seperti lighting, audio set, dan lain-lain. Kemampuan content individu berawal dari kekhasan sang pembikin content itu.

Berlainan dengan pengerjaan video untuk perusahaan yang penting perlengkapan lighting komplet, audio, serta talenta.

Bila kalian tidak ingin beli lensa kembali, karena itu teman dapat pilih camera pocket atau prosummer.

Referensi dari saya ialah Canon G12 atau Lumix GX 10. Pasti teman bisa juga memakai mereka lain seperti Sony RX 100.

Mereka ini telah cukup penampilan gambarnya. Merk camera ini mempunyai perform ambil gambar yang telah cukup baik di penerangan yang jelas.

Untuk teman yang ingin camera dengan perform ambil gambar yang bagus di penerangan yang minim, karena itu teman harus mengambil kantong lebih dalam untuk memperoleh camera seperti Sony A7R. Bagaimana bila teman ingin beli DSLR atau mirroless untuk vlog?

Pilih Camera DSLR dan Mirrorless untuk Vlog

Ini adalah camera High-end dari Sony yang umum dipakai untuk memproduksi video professional.

Alasan yang perlu teman simak untuk pilih camera DSLR dan Mirrorless untuk vlog dengan menyaksikan detail pengerjaan video itu.

Untuk Vlog sesungguhnya teman tidak harus mempunyai camera yang dapat merekam 4K, HD juga cukup sesungguhnya, bahkan juga resolusi video 720p atau 480p telah cukup buat membuat orang kerasan menyaksikan vlog-mu. cukup irit paket.

Ada banyak argumen saya berpendapat semacam ini. Pertama dari kemampuan content, ada argumen mengapa content video dapat tarik, selanjutnya bagaimana suara lebih tentukan kerasan atau tidaknya pemirsa. Kelak saya ulas di bawah.

3 hal yang malah yang lebih menetukan untuk kualitas gambar ada banyak dibandingkan detail camera:

  1. Pencahayaan, bila penerangannya temaram atau minim, maka ada banyak noise (berbentuk bercak-bercak di video).
  2. Memory Card lebih tentukan. Minimalnya kamu memakai memori card dengan kecepatan baca minimum 45 mbps, referensi ya 256 mbps. (selalu check info kecepatan baca memori card saat sebelum membeli ya!).
  3. Stabilitas gambar, untuk hasilkan video yang tidak goyang karena itu teman membutuhkan sebuah dudukan camera, beli tripod bakal menjadi hal harus untukmu.

Lensa untuk vlog

Lensa 35 mm dari Sigma ini juga bisa dipakai untuk bikin video Youtube. Saat teman pilih cameran mirrorless atau DSLR maka harus beli lensanya.

Menggunakan lensa bawaan yang 18-55 mm cukup sesungguhnya. Tetapi pengalaman saya lensa ini umumnya hancur dalam satu tahun (di tiga merk yang saya coba).

Jadi amannya teman harus beli lensa kembali, pemakaian lensa ini sedikit berlainan untuk teman yang kerjakan video wedding atau prewedding.

Sebagai seorang videographer karena itu teman perlu pahami ketidaksamaan peranan lensa. Secara singkat, tentukan lensa wide untuk ambil gambar yang luas dan lensa normal (50mm) dan 35 mm untuk close-up.

Saya mereferensikan lensa 35mm dan 50mm untuk close-up, membeli lensa final second saja bila bujetmu terbatas. Usia lensa semakin lama dibandingkan camera, jadi tidak perlu cemas bila beli sisa.

Memakai lensa yang lebih wide akan membuat distorsi pada mukamu. Lensa wide akan mengakibatkan mukamu sedikit lebar.

Benar ada lensa wide dengan distorsi yang minim, tetapi harga cukup mahal. Karena itu meminimalkan anggran teman membutuhkan opsi lensa yang terbaik.

Disamping itu, bila bujetmu terbatas, teman dapat beli lensa third party seperti Tokina, Tamron, Sigma, dan Samyang. Saya individu lebih menyenangi Sigma, tetapi teman bebas pilih merk lain di luar yang referensikan.

Panduan pilih camera untuk bikin video Youtube: Check Audio Input!

Buat teman yang baru memulai atau ketarik buat ngevlog, pertama kualitas gambar di bentang camera 5-12 juta sudah cukup bagus sepanjang penerangannya jelas. Tetapi masalah audio itu berlainan, tujuannya banyak camera murah yang tidak mempunyai input audio untuk tusuk mikrofon.

Untuk camera vlog dengan harga terjangkau umumnya cuman mempunyai microfon bawaan dan tidak ada audio input. Jadi teman tidak dapat memasangi mikrofon yang terpisah.

Audio input ini buat apa sich?

Recorder Zoom H4N ini untuk merekam suara untuk bikin video Youtube Audio input ini berperan sebagai tempat nyolok jack dari mikrofon.

Saat audio inputnya tidak ada dan kamu ingin kualitas suara yang lebih baik, karena itu teman perlu beli recorder (alat rekam) yang terpisah.

Recorder portbale umum dipakai dan mempunyai kualitas yang cukup ialah Zoom, tetapi versus ini cukup membuat ngocek kantong juga. Harga seputar tiga juta-an.

Teman dapat pilih shotgun mic yang terpasang langsung di camera, saya mereferensikan merk Rode. Harga seputar satu juta-an.

Panduan: tidak boleh membeli mikrofon murah, cuman buang uang saja, lebih merekam suara dengan ponsel lalu ubah dengan software gratis seperti audacity (teman dapat unduh di sini).

Alternative yang lain tambah murah ialah mic Condensor BM 800, harga terhitung murah. Tetapi memerlukan dudukan untuk set alat, jadi ia sulit untuk dibawa kemana saja pas dipakai untuk bikin podcast.

Mic BM-800 ini dapat teman pakai untuk merekam audio untuk bikin video Youtube, umum dipakai untuk Podcast.

Khusus untuk mic wireless teman dapat memakai merk seperti Sennheiser SKM 9000 wireless mic. Kecuali setting gampang, terangnya suara yang direkam pun tidak bergantung jarak pembicara dari mic.

Alternative yang lain dapat teman kerjakan dengan merekam dengan ponsel. Tetapi, hasil suaranya cukup mendem umumnya. Tetapi, bisa direvisi dengan software koreksi suara.

Jadi saat teman beli camera vlog murah, karena itu teman harus beli microfon sekalian recorder-nya. Jadi persiapkan bujetnya juga.

Peranan Microfon

Microfon kecuali yang ada di earphone mempunyai satu kelebihan dibandingkan bawaan camera, yakni dapat dipasang filter akustik yang menahan noise masuk.

Filter Akustik ini dapat kurangi noise dari angin dan bunyi napas.

Untuk microfon di ponsel atau earphone sesungguhnya bisa mereka suara dengan lumayan baik tetapi karena tidak dapat dipasang filter, karena itu bunyi angin bisa banyak terekam.

Buat teman yang tempat tinggalnya banyak suara, filter akustik ini akan berperanan cukup penting.

Panduan: Bila teman susah memperoleh filter akustik, sebagai alternative teman dapat memakai busa dari kasur sebagai filter mikrofon.

Jadi kecuali kualitas gambar saksikan input audionya. Jika tidak ada karena itu teman harus beli recordernya.

Lighting untuk bikin video youtube buat vlog perlu, tidak?

Lighting Portable ini dapat teman pakai untuk bikin video Youtube dengan camera vlog

Dengan menggunakan lighting (penerangan) dalam video berperan untuk menegaskan object (ya teman sebagai vlogger), sinar dari lampu ini akan memperjelas garis dan lekuk muka.

Nach, jawabnya bisa saja iya atau mungkin tidak.

Misalkan jika teman inginkan penerangan seperti video Froyonion, karena itu lighting barusan jadi perlu. Initnya sepertikan dengan ide dan keperluan.

Selanjutnya teman harus juga menyaksikan keadaan tempat record video itu. Kost yang cuman mempunyai satu jendela terang membutuhkan lighting, supaya teman bebas untuk shooting kapan pun, tetapi rumah dengan penerangan yang cukup jelas, teman dapat shooting saat pagi atau siang.

Anjuran saya membeli lah lighting simpel seperti Godox LED 150 atau lampu studio yang mempunyai stand (dudukan). Jadi teman dapat shooting kapan saja di saat yang diharapkan.

Teman tidak perlu beli set lighting yang mahal. Set yang mahal ini umumnya dipakai oleh Production House (PH) untuk lakukan produksi video untuk client-nya.

Apa yang membuat suatu content vlog menarik?

Ada beberapa jawabnya, teman harus pahami dahulu untuk siapa content yang teman-teman buat?

Kita dapat saksikan Youtuber seperti Piximperfect membuat content khusus buat mereka yang belajar Photoshop atau Kurzgezagt yang membuat video animasi mengenai sains dan ilmu dan pengetahuan.

Di Indonesia sendiri ada misalkan Kelas Pagi Jakarta dan Glenn Prasetya yang mengulas serba-serbi dunia photografi. Mereka ini membuat content buat mereka yang ketarik dan ingin tahu dengan dunia photografi.

Content itu ada untuk melipur dan memberikan kepuasan rasa ingin tahu beberapa orang. Travel vlogger dapat memberikan kepuasan rasa ingin tahu beberapa orang yang tiba ke satu tempat rekreasi. Begitupun sama orang yang membuat content photografi dan lain-lain.

Ringkasan

Penting untuk dikenang, jika perlengkapan termahal juga tidak jamin teman untuk dapat membuat content vlog yang memikat.

Saksikan saja Panji Pragiwaksono atau Soleh Solihun yang cuman membuat video dengan ponsel. Mereka dapat membuat viewers yang stabil karena kemampuan mereka membuat content tidak dari alat yang mahal.

Pasti ada pula Barry Kusuma, praktisi photo dan video Indonesia yang kerap membuat content dengan kualitas videografi mengagumkan. Kemampuan isinya sebagai seorang videografer atau photografer, di sini alat lebih berperanan, tetapi tidak selamanya tentukan.

Satu kali lagi saya tutup dengan bertanya satu perihal, untuk siapakah content vlog yang kau buat?